Pertamina Hibahkan Mobil Listrik untuk ITS

  • 0

Pertamina Hibahkan Mobil Listrik untuk ITS

Category : Uncategorized

Penyerahan mobil listrik tersebut merupakan bentuk bantuan Pertamina kepada ITS melalui program Corporate Social Responsibilities (CSR) perusahaan. Menurut Dwi, hal ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam menggembangkan mobil listrik nasional. Ia menambahkan, Pertamina sangat mendukung program kementerian BUMN dalam upaya pengembangan kapasitas nasional dalam penyedian mobil listrik.

Sebelumnya, PT Pertamina juga telah menyerahkan lima mobil listrik serupa kepada lima Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. Kelima PTN tersebut antara lain Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Riau dan Institut Teknologi Bandung.

Keenam PTN termasuk ITS, dipilih karena telah memiliki program serupa yang berhubungan dengan mobil listrik. Ia mangharapkan mobil listrik tersebut dapat digunakan sebagai sarana penelitian dan pengembangan lebih lanjut. ”Silahkan dibongkar-pasang bila perlu,” tutur Dwi.

Menanggapi hal tersebut, Triyogi mengungkapkan kebanggaannya menjadi salah satu PTN penerima mobil listrik. ”Mobil ini sebenarnya sudah ada di kampus ITS sejak Oktober 2014 lalu. Tapi baru bisa diresmikan sekarang karena disesuaikan dengan jadwal Dirut Pertamina yang padat,” terangya.

Triyogi melanjutkan, ITS juga tengah menyiapkan mobil listrik baru bernama Braja Wahana yang memiliki konten lokal lebih besar. Bahkan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan bekerja sama dengan BUMN lainnya untuk membuat bus listrik satu lagi sebagai transportasi didalam kampus.


Beda Mobil dan Bus Listrik ITS
Jika dibandingkan secara fisik, terlihat jelas perbedaan antara mobil listrik bantuan Pertamina dengan bus listrik ITS. Mobil listrik buatan PT Sarimas Ahmad Pratama (PT SAP) ini berwarna putih dan mirip dengan mobil mewah Alphard. Selain itu, mobil yang menelan biaya pembuatan sebesar Rp 2 miliyar ini juga pernah dipamerkan pada ajang KTT APEC 2013 di Bali.

Namun secara spesifikasi, mobil listrik bantuan Pertamina ini mampu menempuh jarak 60 km setelah dilakukan pengisian dari kondisi baterai 30 persen hingga mencapai seratus persen. Pengisian tersebut memakan waktu selama empat hingga lima jam. Namun jika AC mobil dinyalakan, jarak tempuh mobil listrik berkurang sebesar 20 %.

Sedangkan Bus Listrik ITS, bus ini memakan biaya pembuatan sebesar Rp 1,5 miliar dan dibuat sendiri oleh Tim Mobil Listrik ITS. Dengan dua sumber tenaga yakni baterai dan panel surya yang ada di atap bus, bus ini mampu menempuh jarak 160 kilometer setelah diisi penuh selama delapan hingga sepuluh jam. ”Ngomongin kecangihan, kami masih belum mengetahui karena kami belum membongkar dan mempelajari mobilnya,” pungkas Dr Nur Yuniarto, Ketua Tim Riset Mobil Listrik ITS.

11589_9803_oke-mobil-listrik-dari-pert


Leave a Reply